Press "Enter" to skip to content

Musical Anhedonia, Orang Yang Tidak Menyukai Musik (Sama Sekali)

Orang yang tidak menyukai musik nyata adanya! bagi mereka, musik (segala jenis musik) membosankan dan mengganggu.

Seumur hidup, tak sekali pun saya bertemu seseorang yang secara eksplisit mengatakan bahwa ia tidak menyukai musik, tidak pernah. Sebelumnya saya beranggapan tak satupun manusia (normal) didunia ini yang tidak menyukai musik, salah.

Para peneliti di University of Barcelona bekerjasama dengan Montreal Neurological Institut and Hospital yang berlokasi di McGill University menemukan bahwa ada sekitar 3 – 5 % dari populasi manusia yang sama sekali tidak dapat menikmati musik, apapun.

Kondisi ini disebut musical anhedonia dan penelitian memperlihatkan penurunan hubungan fungsional antara daerah-daerah korteks dan sub-korteks otak. Korteks merupakan lapisan terluar pada beberapa bagian otak dan berfungsi untuk memproses suara, sedangkan daerah sub-korteks berhubungan dengan “imbalan,” hal ini mengakibatkan seseorang dengan musical anhedonia tidak akan merasakan apapun jika mendengarkan musik yang bagi sebagian orang sangat menyedihkan atau menyayat hati.

Dr. Robert Zatorre, neorologis dari McGill University mengatakan bahwa orang dengan musical anhedonia tak akan tergugah sedikit pun jika mendengar musik. Mereka tidak akan menggoyangkan kepala, mengetukan jari, menyayikan bait lagu dan merasakan sesuatu, tidak ada reaksi emosional.

Zatorre dan koleganya menemukan fenomena ini beberapa tahun yang lalu, musical anhedonia pertama terdeteksi pada tahun 2014, hasil penemuan memperlihatkan beberapa orang yang secara jasmani dan rohani dinyatakan sehat tidak menemukan kenikmatan dalam mendengar musik, bukan masalah selera, karena pada hasil scan otak, jelas terlihat perbedaan antara otak orang dengan musical anhedonia dan orang yang dapat menikmati musik.

Meskipun musical anhedonia nyata adanya, namun Zatorre menekankan untuk tidak menganggapnya sebagai kelainan atau gangguan mental. salah seorang objek penelitian dengan musical anhedonia berkata kepada Zatorre bahwa ia beryukur dengan penemuan ini, “Seumur hidup saya merasa aneh terhadap diri saya sendiri, namun kamu memperlihatkan kepada saya bahwa ada orang lain yang seperti saya.” ujarnya.

Bagaimana dengan kamu? apa yang kamu rasakan saat mendengarkan musik? beri tahu apa yang kamu rasakan di kolom komentar, dan jika mengetahui seseorang yang kemungkinan memiiki musical anhedonia, bagikan artikel ini. jika kamu penasaran dan ingin mengetahui apakah kamu memiliki musical anhedonia atau tidak, kamu bisa ikuti tes ini yang dibuat oleh tim Universitas Barcelona. Jika kamu memiliki musical anhedonia, jangan kuatir kamu tidak sendirian.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.