Press "Enter" to skip to content

5 Perusahaan Kelas Dunia yang Menggunakan Bahasa Pemrograman Python

Bahasa pemrograman Python pertama kali dirilis oleh Guido Van Rossum pada tahun 1991 dan masih terus digunakan hingga saat ini, menjadikannya salah satu bahasa pemrograman yang bisa bertahan selama lebih dari 3 dekade namun tak sepi peminat, sebaliknya pengguna Python justru membludak beberapa tahun belakangan. Saat ini ada lebih dari 500 bahasa pemrograman yang aktif dikembangkan dan akan terus bertambah, namun sejujurnya kebanyakan dari bahasa ini jarang dikenal atau digunakan diluar lingkungan akademis.

Saat ini Python adalah salah satu bahasa yang digunakan oleh lingkungan akademis, mungkin bukan di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia banyak sekolah atau kampus yang memperkenalkan pemrograman komputer menggunakan Python karena dianggap bahasa yang ramah untuk pemula. Mengatakan Pyhon sebagai bahasa untuk mengajarkan pemrograman atau untuk pemula saja adalah kekeliruan, karena banyak perusahaan dunia yang namanya (mungkin) sudah anda kenal ternyata menggunakan Python, berikut adalah 5 perusahaan dunia yang berhasil memecahkan permasalahan rumit dan membuat aplikasi top menggunakan Python.

Spotify

Penyedia layanan musik streaming Spotify memanfaatkan Python untuk analisis data dan backend. Pada backend Spotify banyak terdapat service yang berkomunikasi lewat 0MQ (ZeroMQ) yang merupakan framework dan library open source untuk networking. 0MQ dibuat menggunakan Python dan C++. Alasan service dibuat menggunakan Python dikarenakan Spotify sangat menyukai kecepatan pipeline development.

Sistem rekomendasi Spotify bergantung pada analisis data yang sangat besar, untuk menginterpretasikan analisis tersebut Spotify menggunakan Luigi, modul Python yang sinkron dengan Hadoop. Modul open source ini menangani satu library dengan library lainnya agar saling bekerjasama, dan mengkonsolidasi eror log secara cepat.

Google

Dari awal berdiri, Google sudah menggunakan Python, bahkan Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang penting bagi Google, itulah mengapa Google pernah merekrut kreator Python Guido Van Rossum untuk bekerja di Google.

Sebuah kutipan dari pendiri Google “Python where we can, C++ where we must,” kutipan ini artinya jika menginginkan kontrol akan memori dan latensi yang rendah maka gunakan C++, sisanya gunakan Python sebisa mungkin, meskipun ada script yang ditulis untuk Google dalam bahasa Perl atau Bash, nantinya script tersebut akan diubah lagi ke Python, alasannya adalah karena kemudahan dalam perawatan.

Saat ini Python merupakan salah satu bahasa pemrograman server-side resmi di Google, selain Pyhton Google juga menggunakan C++, Java dan Go.

Industrial Light and Magic

ILM adalah Studio spesial-efek yang didirikan oleh George Lucas pada tahun 1975, awalnya studio ini membuat berbagai efek yang dibutuhkan untuk film Star Wars saja, namun studio ini berkembang pesat dan meraih banyak penghargaan. Seiring berkembangnya teknologi komputer , ILM meyakini bahwa CGI merupakan masa depan bagi efek visual dan mulai mencari sistem yang tepat. Karena infrastruktur awal ILM dibuat menggunakan C dan C++, maka akan lebih mudah mengintegrasikan Python ketimbang Perl ataupun Tcl. Menggunakan Python, ILM dapat dengan mudah membungkus komponen software dan meningkatkan aplikasi grafis mereka. Hingga saat ini ILM tetap menggunakan Python karena selalu dapat menghadirkan solusi terbaik untuk kebutuhan mereka.

Netflix

Salah satu penggunaan utama Python di aplikasi Netflix adalah pada Central Alert Gateway. Aplikasi RESTful ini akan me-reroute alert dan mengirimkannya pada kelompok atau individu yang berhak melihatnya. Sebagai tambahan aplikasi ini akan secara otomatis reboot atau menghentikan proses yang dianggap bermasalah. Selain C.A.G, Python juga digunakan pada aplikasi untuk menelusuri riwayat dan perubahan pengaturan keamanan.

Instagram

Seperti yang kita ketahui, Instagram telah merevolusi komunikasi visual dan pemasaran digital melalui media foto. Dengan 400 juta pengguna aktif setiap harinya, tentu ini menghapus pendapat yang mengatakan bahwa aplikasi python tidak terlalu scalable. Menurut Hui Ding, engineer di Instagram, moto para pengembang aplikasi di instagram adalah “Do the simple thing first,” dan hal ini sangat bisa dilakukan menggunakan Python, bagi para pengembang aplikasi di Instagram Python sangat ramah pengguna, sederhana dan rapi. Juga karena Python sangat populer, maka tidaklah sulit menemukan pengembang baru untuk memperbesar tim.

Selain perusahaan diatas ada beberapa perusahaan pengguna Python lain yang layak untuk disebutkan.

  • Pinterest
  • Disqus
  • Dropbox
  • Uber
  • Reddit
  • Quora
  • Facebook (Bahasa ke-3 setelah PHP (Hack) dan C++, digunakan untuk manajemen infrastruktur)

Seperti yang sudah kita ketahui, Python memang banyak digunakan oleh lingkungan akademis dan startup karena Python sederhana. Namun, seringkali solusi sederhana adalah yang terbaik. Semakin kompleks aplikasi, maka semakin terbuka kemungkinan untuk melakukan kesalahan, banyak perusahaan besar yang enggan dengan kesalahan karena akan mencederai reputasi mereka, itulah kenapa banyak perusahaan dan aplikasi besar menggunakan Python, dengan tools yang sederhana, terbukti dapat melahirkan aplikasi yang mengagumkan. Tentu saja selama programer membuat aplikasi untuk kemudahan pengguna dan membuat code sesuai dengan anjuran komunitas.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.