Sejarah

Misteri Dunkelgrafen, Investigasi Yang Selalu Berakhir Tanpa Kepastian

Pertanyaan mengenai identitas dunkelgrafen
Sejak kemunculan Dunkelgrafen (pasangan misterius) pada musim gugur 1803 di Ingelfingen sudah ada yang mempertanyaan identitas mereka. Sang count (bangsawan pria) dikenal dengan nama “Louis de Vavel” dan merupakan seorang imigran Prancis. Akan tetapi, nama dan asal sang Countess (bangsawan wanita) tidak diketahui. Banyak orang beranggapan bahwa sang countess adalah istrinya. Dengan penyamaran yang terus-menerus, dia menarik perhatian dan menjadi pertanyaan.

Kepindahan mereka ke tempat selanjutnya seperti di Meiningen, Hildburghausen dan Eisausen tak ada perubahan. Sang count tetap dikenal dengan nama “Vavel de Versay”, dan sang countess tetap tidak diketahui. Pada tahun 1862, upaya pertama untuk mengklarifikasi identitas pasangan dilakukan oleh pemerintah negara bagian yang baru terbentuk di Meiningen, namun ditolak oleh Vavel de Versay, diikuti dengan ancamannya untuk meninggalkan Negara itu, anehnya, ancamannya berhasil.

Gaya hidup Dunkelgrafen yang menarik diri dari lingkungan sekitarnya lama-kelamaan tersohor hingga keluar daerah. Paul Johan Anselm Ritter von Feuerbach (1775-1833) pernah mencoba untuk mengetahui lebih jauh mengenai identitas pasangan misterius di Eisausen pada tahun 1832 sehubungan dengan kasus yang tengah dihadapinya. Juga Pada tahun 1844 dewan kepolisian Eberhard dari Gotha meminta rekanan resmi di Hildburghausen untuk mendapatkan informasi mengenai pasangan.

Desakan untuk mengklarifikasi identitas pasangan dilakukan oleh pengadilan kota Hildburghausen sehubungan dengan kematian sang countess pada tanggal 25 November 1837. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Vavel de Versay bahwa wanita itu bukanlah istrinya, oleh karena itu pemerintah daerah meminta penjelasan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ahli waris.

Awalnya Vavel de Versay menolak memberikan informasi yang relevan, namun akhirnya dalam surat-menyurat ahli waris ia menuliskan bahwa sang countess adalah kerabat dekatnya yang berasal dari Belanda. Informasi ini sangat umum dan tidak detail, diperparah oleh sikap komisaris Heinrisch Andrea yang bertanggung jawab untuk urusan bisnis atas nama Vavel mencoba untuk mengakhiri penyelidikan yudisial, sebagaimana yang sebelumnya juga dilakukan oleh dokter Vavel de Versay yaitu Dr. Carl Hohnbaum.

Karena lagi-lagi Vavel de Versay mengancam untuk meninggalkan negara itu, akhirnya Herzog Bernhard Erich Freund memutuskan untuk menangguhkan penyelidikan dan pemanggilan ahli waris yang dibutuhkan secara hukum untuk sementara, dan nama sang countess tetap tidak diketahui.

Meskipun upaya pemerintah untuk mengklarifikasi permasalahan ini tidak dipengaruhi oleh masyarakat, bagaimanapun, perilaku aneh dari pasangan telah menjadi bahan perbincangan dimana-mana. Para penulis berpikir bahwa ini adalah pokok bahasan cukup menarik untuk dijadikan novel. Penulis Otto Ludwig (1813-1865), yang datang dari Eisfeld, pada tahun 1841 menaruh perhatian utama dengan apa yang disebut “Limbacher Novelle” yaitu identitas sang wanita, dia bermain dengan intrik dan hipotesis tentang sang wanita.

Penyelidikan resmi setelah kematian dunkelgrafen
Dengan kematian Vavel de Versay pada 8 April 1845, maka hukum yang tidak tertulis berakhir, yaitu larangan membuat tulisan atau meliput pasangan aneh di Eishausen. Hanya beberapa hari setelah kematiannya, pers telah membuat asumsi tentang siapa pasangan terbut. Banyak penulis anonim, yang membahas asal dan identitas pasangan, motif dari kehidupan mereka yang menarik diri dari masyarakat, dan kehidupan sehari-hari di kastil, Semua hanya rekaan dan tanpa fakta yang jelas.

Dikarenakan kematian Vavel de Versay, pengadilan kota Hildburghausen berkompeten diwajibkan untuk menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan warisan atas nama Vavel de Versay, sebagaimana juga untuk sang countess yang telah meninggal sebelumnya dikarenakan hilangnya surat wasiat, hal ini menggiring pada fakta menarik. nama sang count bukanlah “Vavel de Versay”, melainkan “Leonardus Cornelius van der Valck”.

Nama tersebut tertulis dalam dokumen resmi seperti paspor mantan diplomat yang dikeluarkan oleh pemerintah Prancis, lebih lanjut, ada 13 surat oleh Agnes Berthelmy dari tahun 1798 dan 1799, yang ditujukan kepada van der Valck.

Pada tanggal 29 Mei, tahun 1845, dewan Hofkirche Hildburghausen mengumumkan hal yang mengejutkan. Menurut mereka, setelah kematian countess pada tahun 1837, sang count telah membuat pernyataan tentang identitas pasangannya. “Nama: Sophie Botta, Usia:58, status pernikahan:Single, kematian: 25 November 1837.” namun laporan ini tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Oleh karena itu Edictalladung (panggilan kepada ahli waris) tertanggal 2 Juni 1845, yang dikeluarkan oleh pengadilan, tidak hanya dikeluarkan untuk Vavel de Versay alias van der Valck, tetapi juga untuk Sophie Botta dan Agnes Berthelmy. panggilan dicetak pada surat kabar dalam dan luar negeri, dan kejadian di Hildburghausen dan Eishausen pun dikenal luas.

Untuk Leonardus Cornelius van der Valck, ahli warisnya ditemukan di Belanda, dengan identitas yang tampaknya cukup jelas. Pada tanggal 17 Oktober, 1846, perihal warisannya secara resmi dihentikan. namun untuk perihal warisan wanita, tidak ada yang mengakui, juga pada Edictalladung kedua 20 Juli 1847, sehingga lahan mereka dilelang secara terbuka pada 1848. Identitas mereka belum terpecahkan meskipun melibatkan pengadilan.

Atas dasar penemuan surat dari Agnes Berthelmy, diasumsikan bahwa sang wanita memiliki hubungan dengannya. Mungkin sang wanita memisahkan diri dari mantan kekasihnya, dan mencari peruntungan baru dengan van der Valck di pengasingan. Teori ini dianggap sebagai salah satu upaya pertama untuk menjelaskan misteri Dunkelgrafen, namun ditolak pada tahun 1886, setelah adanya bukti bahwa Agnes Berthelmy telah meninggal di Winnweiler pada tahun 1827.

Penelitian serius pertama pada abad ke-19
Sebuah publikasi diterbitkan pada tahun 1852, yang berusaha secara sistematis menguraikan misteri Dunkelgrafen dan menyajikan secara komprehensif. Sebuah esai 120-halaman yang berjudul “Misteri di kastil hingga ke Eishausen, kisah nyata tanpa solusi”. Penulis anonim, tapi bisa dipastikan beberapa tahun kemudian, penulis adalah teolog dan pendidik Dr Karl Kuhner (1804-1872), putra dari pendeta Eisäuser, Heinrich Kuhner, yang dengannya van der Valck pernah melakukan surat-menyurat selama bertahun-tahun.

Tidak seperti penulis lain, Karl Kuhner tidak hanya mampu memberikan gambaran rinci tentang peristiwa di sekitar pasangan atas dasar pengamatan sendiri dan keluarganya di Eishausen, tetapi juga atas dasar laporan dari majalah lain dan sebagian kertas korespondensi van der Valck.

Karl Kuhner membahas berbagai teori tentang identitas Dunkelgrafen, ia menolak semua asumsi yang ada dan memberikan pendapatnya mengenai siapa sang countess sebenarnya: “Usia wanita, seperti ditunjukkan oleh Van der Valck (58 tahun pada tahun 1837), dibandingkan dengan putri dari Louis XVI, dan tidaklah sulit untuk untuk menciptakan sebuah intrik, dimana putri kerajaan yang sebenarnya, dengan sedikit kekerasan dan setengah sukarela, dibuang ke Eishausen, dan bawahan dari istri bangsawan dari Angoulême akan menjadi penggantinya.”

Pada mulanya pernyataan ini tidak masuk akal, namun inilah titik awal dari apa yang disebut dengan “Teori pertukaran Madame Royale, ” setelah Marie Thérèse Charlotte, putri Louis XVI dan Marie Antoinette Perancis, digantikan oleh orang lain pada tahun 1795, ia menyendiri setelah pertukarannya di Ingelfingen lalu, Hildburghausen dan Eisausen. esai Kuhner ini membentuk dasar yang paling penting bagi semua penelitian berikutnya.

Artikel ini diterbitkan di Perancis pada tahun 1861 dan di Belanda pada tahun 1875, dan juga terkenal di tempat lain.Penulis lain, yang masih memiliki kesempatan untuk membahas Dunkelgrafen, adalah sejarawan dan penulis Friedrich Hofmann (1813-1888). Dia bekerja dari 1841-1858 di lembaga bibliografi Joseph Meyers di Hildburghausen dan tinggal sementara di rumah musim panas Dunkelgrafen di Schulersberg.

Di sana ia berhubungan dengan Dorothea Nothnagel, yang merupakan seorang staf di kastil Eishausen, dan yang telah mengenal sang countess serta van der Valck secara pribadi. Hofmann menyimpulkan dari kisah Dorothea bahwa sang wanita adalah korban dari rahasia politik yang besar, dan tawanan van der Valcks, yang membiarkan sang wanita tak terganggu secara mental. Hofmann menerbitkan kesimpulan dalam beberapa makalah di jurnal Die Gartenlaube, 1863, 1866, 1867, dan 1886.

Pada tahun 1880-an, peneliti lokal lain berusaha untuk menjelaskan misteri pasangan Eshausen. Dr Rudolf Armin Human (1843-1923) adalah seorang teolog dan ilmuwan hukum, yang, di samping kewajiban kegerejaan, memiliki kecakapan untuk berbicara mengenai berbagai topik sejarah. Dia menulis banyak sejarah lokal dari wilayah Thuringian Selatan, termasuk beberapa tulisan mengenai Hildburghausen.

Rudolf berkesempatan untuk menyelidiki Dunkelgrafen secara intensif pada saat bertemu dengan Carolus J. Schmitz dari Amsterdam, ahli waris van der Valcks dari Belanda. Schmitz menawarinya pinjaman dokumen van der Valck, yang memungkinkan bagi Rudolf untuk mengklarifikasi berbagai pertanyaan tentang hidupnya. Rudolf menerbitkan hasil penelitiannya pada tahun 1883 dan 1886 dalam dua volume “Der Dunkelgraf von Eishausen”. Ia menerbitkan dua potret van der Valcks serta menggambarkan benteng “Eishausen”. Pertanyaan tentang identitas, tidak bisa dijawab. Rudolf membahas secara rinci beberapa solusi dan kemungkinan, tanpa kesimpulan identitas.

Upaya observasi intensif abad ke-20
Pada awal abad ke-20, beberapa orang mulai mengintensifkan studi mereka pada kasus Dunkelgrafen dan, khususnya, teori perubahan Madame Royale. Di Prancis, misalnya, ada sejarawan G. Lenôtre (1855-1935), yang membahas rincian resmi biografi Madame Royale.

Di Jerman, ada Richard Hennig (1874-1951). Ilmuwan lalu lintas dan seorang geografer dari Berlin, berusaha untuk pertama kalinya mencari tahu tentang potret dan manuskrip, ia menyimpulkan bahwa perbedaan tersebut sangat serius sehingga bisa benar-benar diasumsikan bahwa dark Countess Hildburghausen adalah Madame Royale sebenarnya.

Otto Viktor Maeckel (1884-1939), pada tahun 1920, adalah pendukung paling terkenal dari teori perubahan. Maeckel adalah seorang pianis dan guru piano. Publikasi Karl Kuhner 1852 menarik perhatiannya. Maeckel memberikan kontribusi banyak rincian pada peristiwa di Jerman dan Perancis, dan ia menyajikan bukti untuk pertama kalinya dalam bentuk teori perubahan.

Pada tahun 1926 ia menerbitkan buku pertamanya berjudul “Misteri Hildburghausen” dan sampai pada kesimpulan sementara bahwa Dark Countess dari Hildburghausen adalah putri Louis XVI dan Marie Antoinette.

Pada tahun-tahun berikutnya, Maeckel meneruskan pengamatannya. Dia didukung oleh Ernst II dari Saxony-Altenburg (1871-1955), seorang keturunan mantan Dukes of Hildburgh. Pada tahun 1927, Maeckel, Ernst II dan Elizabeth Alice Aubrey Le Blond (1861-1934), yang berasal dari Irlandia, mulai melakukan penggalian di lokasi bekas kastil Eishausen.

Dengan harapan menemukan rahasia dibawah tanah dan dokumen yang tersimpan di sana, namun, berakhir dengan kekecewaan. Tak lama kemudian, Maeckel pergi ke Belanda dengan Le Blond, dan memeriksa harta van der Valcks dengan asumsi bahwa ia masih bisa mengungkap rincian tak terduga.

Pada tahun 1929, bersama-sama dengan Le Blond, Maeckel mampu menerbitkan buku lain,”Misteri bangsawan,” yang terutama diperuntukan untuk pembaca diluar negeri. Pada bulan Oktober 1930, sebuah konferensi diadakan untuk membahas Dunkelgrafen di Hildburghausen, di mana penjelasan untuk kasus Dunkelgrafen itu dapat ditemukan dan penelitian lebih lanjut harus didiskusikan, tetapi konferensi itu dibatalkan tanpa sebab yang jelas.

Maeckel ingin mempublikasikan hasil penelitian lebih lanjut dalam buku ketiga. Dalam hal ini, ia bermaksud untuk berurusan terutama dengan motif teori pertukaran dan dengan orang pengganti ditemukan oleh dia. akan tetapi itu semua tidak terlaksana dikarenakan kematiannya pada tahun 1939.

Pada tahun 1933, Irmgard Müller, dalam esai pendek “Apa yang terjadi dengan Madame Royale?” menerbitkan rincian baru atas dasar penelitian Maeckel. Untuk pertama kalinya motif yang mungkin untuk penukaran sang putri adalah kehamilan yang tidak diinginkan dan penggantinya dianggap Ernestine Lambriquet disebutkan.

Penulis lain yang membahas Dunkelgrafen dengan mengambil kesimpulan dari buku yang telah diakui adalah penulis Paul Daehne pada tahun 1933 bukunya “Rahasia Dunkelgrafen” dan Richard Boehmker (1870-1954), yang aktif di Austria, di “Die Geheimnis um ein Königstochter “yang terakhir sangat yakin dengan identitas Dark countess adalah Madame Royale.

Pada tahun 1950, putra dari Ernst II, Pangeran Friedrich Ernst dari Saxony-Altenburg (1905-1985), melanjutkan pekerjaan Maeckel. Dilengkapi dengan investigasi sendiri, termasuk perjalanan ke Amsterdam pada tahun 1951 untuk meninjau lahan van der Valcks, ia mampu menerbitkan buku ketiga dari Maeckel di Perancis pada tahun 1954 dengan judul “L’Énigme de Madame Royale”. Dengan demikian teori inversi akhirnya dipublikasikan di Perancis. Atas dasar ini, publikasi lebih lanjut muncul di Perancis, sekitar tahun 1974 oleh Robert Ambelain, atau oleh Marie-Magdeleine de Rasky, pada tahun 1977.

Penelitian sejak tahun 1990-an
Pada awal 1990-an ada kemajuan dalam penelitian dunkelgrafen. Banyak karya seni yang digunakan dalam Hildburghausen dan daerah sekitarnya untuk memperingati kepribadian van der Valcks dan Dark Countess serta peristiwa masa lalu. Pada tahun 1991, edisi Jerman buku Maeckel yang diterbitkan oleh Pangeran Friedrich Ernst von Sachsen-Altenburg dipublikasikan dan mendapatkan pembaca dari segala kalangan.

Sebuah tonggak dalam penelitian ini adalah artikel yang diterbitkan oleh Eva Horba pada tahun 1993, yang berjudul “The Secret of Eisausen, Meininger Ministerialakte zur Dunkelgrafen problematik”. Untuk pertama kali arsip negara Thuringian Meiningen, yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan pasangan Eishausen, secara sistematis dirilis. Sumber terutama berkaitan dengan prosedur warisan untuk Dark countess dan van der Valck pada periode 1837-1848.

Dalam beberapa esai, Helga Rühle von Lilienstern (1912-2013) berurusan dengan pertanyaan rinci tentang Dunkelgrafen. Dia mengabdikan dirinya untuk literatur dalam dan luar negeri pada subjek, keterangan saksi dan saksi lainnya, dan konsepsi yang ada pada pengadilan pangeran tentang pasangan yang aneh. Untuk pertama kalinya, ia mampu mengevaluasi bahan dari peneliti Dunkelgrafen Rudolf Armin Human, yang ditemukan di Eishausen pada tahun 1990-an. Dia yakin identitas Dark countess adalah Madame Royale.

Atas prakarsa Margarethe rathe-Seeber dari Ingelfingen, Dunkelgrafen menjadi subyek acara-acara publik dari tahun 1996 dan setelahnya. Dinamakan simposium Dunkelgrafen yang memberi berbagai peneliti kesempatan untuk melaporkan penemuan-penemuan baru dan untuk berbagi pengetahuan. Konferensi ini diadakan di Ingelfingen (1996, 2004), di Hildburghausen (1997, 1999, 2007), di Ettenheim (2001) dan di Altenburg (2003), dengan lebih dari 100 peserta (juga internasional), berfokus terutama pada teori perubahan Madame Royale.

Pada ulang tahun kedatangan Dunkelgrafen ke-200 di Hildburghausen pada tahun 2007 beberapa publikasi baru bermunculan. Peneliti Belanda Dr. Mark de Lannoy menerbitkan buku “Das Geheimnis des Dunkelgrafen” (The Secret of the Dunkelgrafen) setelah puluhan tahun penelitian intensif, sehingga memberikan kontribusi signifikan, dan Pada akhir tahun 2007, Helga Rühle von Lilienstern (1912-2013) dan Hans-Jürgen Salier menerbitkan buku “The Great Misteri Hildburghausen”.

Meningkatnya popularitas cerita Dunkelgrafen juga karena beberapa kontribusi film yang muncul selama ini. Misalnya, sebuah film pendek berjudul “Cerita Misterius, The Dark Grave of Hildburghausen.”

Pada tahun 2000-an, teori-teori lain tentang identitas Countess semakin berkembang. Beberapa peneliti berpendapat bahwa sang countess bisa jadi memang wanita borjuis bernama Sophie Botta seperti yang disebutkan oleh van der Valck. Ada juga teori yang menduga bahwa sang countess merupakan anak haram Friedrich Wilhelm II dari Prusia dan gundiknya Wilhelmine Enke atau orang Perancis bernama Cécile Renault. Ada juga asumsi bahwa dia adalah anak haram dari Kaisar Austria Joseph II, namun sejauh ini belum ditemukan bukti untuk asumsi ini.

Penggunaan metode ilmiah
Pada tahun 2005, asosiasi sejarah yang bertujuan untuk menggabungkan komitmen peneliti yang berbeda, mengkoordinasikan pekerjaan penelitian, dan mengklarifikasi pertanyaan identitas dark countess akhirnya didirikan, asosiasi ini membahas teori perubahan sekitar Madame Royale.

Dalam Simposium Dunkelgrafen di Hildburghausen pada tahun 2007, teks ceramah dengan judul “Misteri Dunkelgrafen dari Hildburghausen, studi penelitian 160 tahun,” penuh dengan kritik dan skeptis dengan teori perubahan. Kesimpulannya, dinyatakan bahwa tidak ada bukti jika dark countess merupakan Madame Royale dan solusi lain harus dipertimbangkan. Pada saat itu diputuskan bahwa kasus Dunkelgrafen tidak akan diselesaikan dengan metode konvensional.

Pada tahun 2012, kasus sejarah Dunkelgrafen diselidiki secara menyeluruh dengan metode ilmiah. Dalam konteks ini, makam dark countess dibuka pada Oktober 2013 untuk rekonstruksi wajah dan perbandingan potret serta perbandingan DNA. Hasil investigasi diterbitkan pada 28 Juli 2014 pada film “Die Dunkelgräfin von Hildburghausen” di MDR TV, yang membeberkan fakta ilmiah bahwa dark countess bukanlah putri Perancis Madame Royale.

Penelitian saat ini
Hingga saat ini masih belum ada kesepakatan diantara para peneliti akan identitas pasti dari dark countess. Namun, dua pendekatan lain yang menjanjikan ditemukan, yaitu rekonstruksi wajah yang memungkinkan untuk dibandingkan dengan dokumentasi sejarah, juga, deteksi DNA mitokondria yang cepat atau lambat bisa mengungkap identitas melalui perbandingan DNA dan pencarian silsilah pelengkap Untuk memperjelas identitas pasti sang dark countess.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.