Tekno

Drama Penyadapan, Siapa Yang Benar?

Dua hari yang lalu majalah bisnis mingguan Bloomberg mempublikasikan artikel yang mengklaim bahwa pemerintah Cina telah menggunakan microchip untuk menyusup ke data center sekitar 30 perusahaan besar di A.S yang diantaranya termasuk Apple dan Amazon. Dalam hitungan jam, Apple dan Amazon bereaksi dengan mengeluarkan pernyataan yang menolak klaim Bloomberg.

Pada Kamis pagi waktu setempat, Apple menjelaskan pada websitenya perihal yang mengaitkan mereka dengan pencurian data, penjelasan tersebut disertai penolakan tegas akan beberapa hal yang spesifik, contohnya, Bloomberg menuliskan bahwa setelah menyadari keberadaan chip misterius pada salah satu servernya, Apple melaporkan kejadian tersebut kepada FBI, Apple mutlak menolak klaim ini. “Apple belum pernah menghubungi FBI atau agensi manapun mengenai kejadian semacam ini,” tulis Apple.

Senada dengan Apple, Amazon juga mengeluarkan pernyataan yang detail “Kami tidak pernah menemukan perangkat keras termodifikasi atau chip yang merugikan pada server di data center kami,” tegas Amazon.

Meskipun dipertentangkan oleh kedua raksasa teknologi, salah satu dari penulis artikel, Jordan Robertson yang juga merupakan reporter Bloomberg masih bertahan dengan klaimnya, bahkan dalam kemunculannya pada Bloomberg TV pada Kamis sore, Robertson mengatakan ia telah berbicara dengan 17 sumber yang terdiri dari intelejen A.S  dan perusahaan terkait yang mengonfirmasi adanya kejadian.

Nicholas Weaver, seorang ahli keamanan siber berargumentasi pada postingan di blognya bahwa situasi yang diutarakan oleh Bloomberg mungkin saja terjadi, argumen Nicholas didasari informasi tahun kemarin yang melaporkan bahwa Apple menarik server yang diproduksi oleh Super Micro dari data center setelah kejadian yang berkaitan dengan keamanan.

Bagaimanapun, kebenaran sepertinya akan segera terungkap. Jika memang semua seperti yang ditulis oleh Bloomberg, maka pastinya ada ribuan motherboard yang terpasang chip penyadap, dan perusahaan pun berbondong-bondong mengeluarkannya dari data center mereka, lambat-laun akan ada pengakuan dari perusahaan lain yang merasa dirugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.