Terapan

European Comission Menggugat Google $5 Milyar Atas Monopoli Android

European Comission (EC) baru-baru ini melayangkan gugatan senilai $ 5 milyar kepada Google atas tuduhan melakukan monopoli bisnis mesin pencari, sistem operasi mobile dan app stores. Tidak terima dengan tudingan tersebut, Sundar Pichai-CEO Google mengecam balik EC dan mengatakan bahwa EC telah mengeluarkan keputusan untuk melawan Android dan model bisnisnya.

Belajar dari sistem operasi Windows, Google meyakini bahwa sistem operasi yang menjadi pemenang akan mendapatkan segalanya.

Keputusan model bisinis Android, dengan memberikan sistem operasi gratis kepada fabrikan gadget memang cara yang paling mungkin untuk memuluskan rencana Google guna memonopoli sistem operasi mobile.

Bob Lee, salah seorang teknisi top Android pernah mengatakan bahwa model bisnis Android akan menjadikan android sebagai pengganti Widows pada perangkat mobile dengan perkiraan share sebesar 98%, dengan begitu Apple hanya akan kebagian 2% dari market share, dan memang pada kenyataannya share Android hingga saat ini sangat memuaskan.

Keberhasilan strategi internet-mobile Google dimulai dengan megakuisisi sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Andy Rubin. Dibading kompetitornya, Google terlebih dahulu menyadari bahwa internet-mobile akan segera menjadi The Next Big Thing dan tidak segan-segan berinvestasi juga melakukan perubahan besar-besaran terhadap banyak produknya.

Agar menjadi penguasa internet-mobile Google harus memastikan bahwa produknya ada pada semua perangkat mobile yang menginstal Android, dan Google terus mengamati secara real time, itu yang menjadi alasan kenapa Android sebisa mungkin mengajukan permintaan akses lokasi kepada penggunanya.

Tantangan lain yang dihadapi Google adalah persaingan antar fabrikan perangkat dan operator jaringan mobile, kurangnya dominasi sistem operasi multi-device pada perangkat mobile mengharuskan Google untuk membuat beberapa versi dari tiap-tiap produknya agar dapat digunakan pada perangkat yang berbeda, Google harus bernegosiasi dengan pembuat perangkat agar mau menjadikan produk Google sebagai aplikasi bawaan dari perangkat. Selain itu Google juga melakukan negosiasi dengan operator jaringan secara terpisah agar mau memberikan akses lokasi.

Dominasi Android akan menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi oleh Google, namun EC berpendapat lain. EC bersikeras Google telah menggunakan monopoli Android untuk:

  1. Memastikan semua aplikasi pencarian dan browser terpasang pada semua perangkat yang menggunakan Android.
  2. Memberikan insentif finansial kepada fabrikan perangkat dan operator jaringan mobile dengan syarat memasang aplikasi search pada masing-masing perangkat Androidnya.
  3. Melarang fabrikan perangkat untuk menginstal versi alternatif dari Android yang tidak diterima oleh Google (Android forks), Google juga menggunakan Android untuk mengontrol data lokasi pada Android dan menghalangi kompetisi pada layanan berbasis lokasi.

Namun Google berpandangan bahwa monopoli android dapat dibenarkan oleh karena pengguna dapat memperoleh distribusi dan layanan gratis Android.

Keputusan EC merupakan pandangan alternatif yang didasari alasan Google telah menyalahgunakan monopoli Android untuk kepentingan Google sendiri sementara ada banyak pihak yang dirugikan. Sementara Google harus bersiap-siap menghadapi persidangan sebagaimana yang pernah dialami Microsoft (dan Microsoft kalah) para pengguna Android pun di hadapkan pada pertanyaan “Jika memang monopoli Android (termasuk kerahasiaan pengguna dsb) adalah harga yang harus dibayar semua pengguna, apakah itu tidak kemahalan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.