Sains

Ilmuwan Mengklaim Berhasil Memecahkan Misteri Stonehenge

Diketahui lima ribu tahun yang lalu, orang –orang Stonehenge menguburkan tubuh yang sudah dikremasi dibawah tempat yang kuno dan misterius. Penguburan 58 orang itu ditemukan pada tahun 1919 di lubang dekat monumen peninggalan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa bluestones atau batu monumen raksasa berasal dari Pertambangan di Preseli Hills. Namun, mereka tidak bisa mengumpulkan banyak bukti karena kremasi telah menghancurkan semua materi organik, termasuk DNA. Dalam studi baru, seorang arkeolog dari Universitas Oxford, Christope Snoeck, memutuskan untuk melihat isotope dari unsur strontium di tulang yang dapat mengungkap di mana orang itu tinggal sebelum meninggal.

Tim peneliti mempelajari 25 dari individu yang dikremasi dan dikubur di sekitar Stonehenge, dan strontium di tulang mereka menunjukkan bahwa 10 mayat tinggal di Inggris Barat sebelum kematian, bukan di dekat Stonehenge, dan 15 orang lagi hidup di wilayah Stonehenge.

Seorang Arkeolog dari Oxford mengatakan bahwa analisis kremasi menunjukan masyarakat di Wales barat tidak hanya memasok bluestones yang digunakan untuk membangun Stonehenge, tapi juga diizinkan untuk dimakamkan di sana.

Dengan menggunakan analisis isotope inframerah dan karbon pada tulang, para peneliti juga menunjukkan bahwa kayu bakar yang mereka gunakan untuk mengkremasi beberapa tubuh adalah kayu dari hutan lebat seperti di Wales, dari seluruh temuan tim, bisa disimpulkan bahwa masyarakat Stonehenge dan Wales barat mempertahankan hubungan selama berabad-abad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.