Sosial

Tanpa Menyebut Trump, Twitter Mengatakan Tidak Akan Memblokir Akun Pemimpin Dunia

Persyaratan layanan Twitter mengharuskan pengguna untuk tidak memposting kalimat yang berisi ancaman kekerasan, kematian ataupun pengrusakan fisik, dan Twitter tidak akan segan memblokir pengguna yang melanggar persyaratan ini, tapi bagaimana jika yang melanggar aturan ini adalah presiden A.S-Donal Trump?

Minggu ini Trump memposting ancaman tersirat yang ditujukan kepada pemimpin Korea Utara – Kim Jong un pada platform Twitter dengan mengatakan bahwa ia memiliki “tombol nuklir” yang “lebih besar” dan “lebih menghancurkan” daripada Korea Utara, tidak hanya itu Trump juga mengejek mantan penasehatnya Stephen K. Bannon dan mengolok-olok media mainstream.

Kritik pun bermunculan yang mengatakan bahwa Trump telah melanggar persyaratan layanan Twitter, kekesalan atas tweet Trump tersebut sangat dalam dan dilampiaskan dengan aksi protes disamping gedung Twitter di San Francisco oleh sebuah grup yang menamakan dirinya Resistance SF. Mereka mengatakan bahwa “Trump atau @jack (CEO Twitter) harus pergi.”

Mulanya Twitter tidak terlalu serius menanggapi kritik atas tweet Trump dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut belum bisa disebut melanggar persyaratan layanan Twitter, lalu memperluas komentarnya dengan mengatakan “memblokir pemimpin dunia dari Twitter atau menyingkirkan tweet kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang seharusnya dapat dilihat dan diperdebatkan oleh khalayak.”

Kontroversi atas tweet Trump dan peranan Twitter dalam membantu penyebaran pesannya telah berlangsung sepanjang tahun lalu, Trump acapkali menggunakan layanan Twitter untuk mengkritik, menyerang public figure maupun warganegara hingga menyebarkan berita yang dipertanyakan kebenarannya.

Permasalahan ini cukup rumit bagi Twitter karena Twitter memposisikan dirinya sebagai alun-alun dunia dimana siapapun dapat mengatakan apapun, ditambah lagi dengan banyaknya tokoh terkenal yang secara rutin menggunakan layanannya, hal ini tentunya dapat menarik pengguna baru.

Beberapa bulan belakangan Twitter mulai memberi batasan dengan membenahi persyaratan layanan untuk memperjelas apa saja yang diperbolehkan dalam penggunaan platform mereka. Sehubungan dengan perubahan persyaratan layanan, Twitter mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang berhubungan dengan Nazi dan White Supremacists, juga mengancam akan memblokir siapapun yang berhubungan dengan “kelompok kebencian.”

“Tidak ada akun yang membuat Twitter berkembang, ataupun mempengaruhi keputusan” tegas Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *