Formal Terapan

Motorola Moto G5S Plus Masih Smartphone Paling Bagus Dengan Harga 3 Jutaan

Pembuat sistem operasi Androd, Andi Rubin berkisah di website Essential bahwa kelahiran Essential Phone lahir dari keprihatinan dari kondisi teknologi saat ini, dimana semakin sedikit pilihan dan semakin banyak fitur tidak penting, dan salah satu poin yang menjadi keyakinan Rubin adalah “Perangkat tidak seharusnya usang setiap tahun,” ini berarti perangkat, khususnya smartphone tidak seharusnya memiliki siklus-hidup yang pendek. Rubin benar tentang hal ini, kecuali satu hal, smartphone bukan hanya perangkat, saat ini smartphone adalah bagian dari fashion, dan fashion adalah pernyataan, dimana psikologi konsumen berperan dalam menentukan pilihan.

Sebulan setelah peluncuran, dilaporkan Essential Phone hanya terjual sebanyak 5000 unit, bahkan Essential harus menurunkan harga untuk meningkatkan penjualan.

Berbeda dengan Esential Phone, Motorola Mobility yang telah diakuisisi oleh Lenovo dari Google, datang ke pasar smartphone dengan keyakinan bahwa banyak orang yang ingin terlihat fashionable, update, keren, namun tidak semua orang mampu terlihat seperti itu.

Sejujurnya, jika keuangan anda memungkinkan manakah yang akan anda beli, Iphone X – Samsung Galaxy S8 atau Essential Phone? saya rasa dua nama yang pertama muncul akan menjadi pilihan anda, kenapa? mungkin penelitian profesor neurosains dari University of Southern California bisa menjelaskan, dalam bukunya berjudul Descartes Error, Prof. Antonio Damasio berargumen bahwa “emosi merupakan bumbu yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan,” dan pengambilan keputusan untuk membeli smartphone bukan lagi keputusan yang logis, akan tetapi emosional.

Saya tidak mengatakan Essential Phone adalah smartphone yang jelek. Faktanya saya sudah pernah mengulas Essential Phone dan memberikan penilaian yang bagus, Essential Phone adalah smartphone premium dan memiliki beberapa keistimewaan tersendiri namun pasar smartphone sangat kompetitif, banyak hal yang mempengaruhi kesuksesan suatu perangkat, bukan hanya spesifikasi saja, akan tetapi juga bagaimana sebuah perusahaan membaca kebutuhan emosional konsumer.

Saya percaya saat hendak membeli smartphone baru anda tidak akan terlalu peduli dengan hal-hal seperti; smartphone tersebut dibuat oleh siapa; tidak juga terlalu peduli dengan keprihatinan kondisi teknologi saat ini seperti yang ditekankan oleh Rubin. Bahwa anda sudah bekerja keras dan ingin memberikan penghargaan terhadap diri dengan hal-hal bagus, indah, sempurna kepada diri anda sendiri, itu lebih make-sense, lagipula anda membutuhkan sesuatu yang merefleksikan kepribadian anda, jika memang seperti itu, tak pelak lagi smartphone flagship memang untuk anda.

Motorola tahu benar istilah “Apple to Apple comparison,” secara emosional sudah mengikat para pengguna iPhone, namun tidak semua orang mampu membeli iPhone bukan? tetap saja, kebanyakan orang ingin terlihat keren, tidak hanya itu, smartphone juga harus memiliki spesifikasi yang cukup untuk menjalankan aplikasi yang saat ini sedang ramai dipasang entah itu media sosial, game, atau aplikasi pesan. Semua kebutuhan itu dengan jelas mengarah pada Motorola Moto G5S Plus, smartphone terbaik saat ini pada kisaran harga 3 jutaan.

Moto G5 Familly
Motorola Moto G5S Plus

Berbeda dengan Moto G5 Plus, pendahulunya, yang memiliki frame plastik, Moto G5s Plus menghadirkan desain all-metal unibody. Desain ini selain memperkokoh, juga mengukuhkan posisi sebagai gadget mid-end, karena kita ketahui, selama ini gadget low-end identik dengan body plastik yang tebal, bertolak belakang dengan desain baru dari Moto G5S plus yang tipis dan memiliki kilau luxurious yang menunjukan kualitas material yang digunakan, material ini jugalah yang barangkali menyebabkan Moto  G5S plus lebih berat, jika anda lebih suka kata “berbobot,” maka Moto G5S Plus bisa kita bilang smartphone paling berbobot di kelasnya.

Perubahan estetika yang sangat disadari adalah display 5.5 inci dengan 1080, sedikit lebih besar dibandingkan Motorola G5 Plus, dan screen masih menjaga kesempurnaan dengan menyuguhkan warna yang terang dengan teknologi IPS LCD-teknologi screen yang didesain untuk menyempurnakan LCD matriks yang saat ini telah digunakan secara luas, khususnya untuk semua produk Apple yang dipasarkan dengan label retina display.

Keunggulan dari teknologi ini adalah display yang konsisten dari sudut mana saja anda memandang, juga gambar yang lebih jelas dan tajam juga response time yang sangat stabil. Agar adil, saya juga harus menyebutkan bahwa selain IPS LCD ada teknologi lain yang dinamakan S-Amoled. Teknologi S-Amoled tidak lebih superior dibanding IPS LCD, namun jika anda lebih menyukai hitam yang pekat juga warna yang lebih cerah S-Amoled memang ditujukan untuk itu, sementara jika memang kebutuhan anda adalah gambar yang tajam dan konsistensi, display IPS LCD sangat bisa diandalkan.

Meskipun saat ini sudah tersedia prosesor seri 600 yang baru, Snapdragon 625 2.0 GHz octa-core yang tertanam pada Moto G5S Plus dengan teknologi 14 nm sudah lebih dari cukup untuk memberikan kemudahan pada anda untuk menjalankan aplikasi terbaru seperti game tanpa harus menguras daya baterai. Dengan fitur X9 LTE dan Qualcomm Adreno 506 PC-Class graphic, Moto G5S Plus akan mumpuni untuk koneksi yang lebih cepat. Jika anda salah satu pecandu game mobile MOBA seperti Mobile Legends: Bang Bang yang kerap dilaporkan karena AFK, Moto G5S Plus tidak hanya memperkuat grafis dengan display yang brilian namun juga mendukung koneksi yang lebih baik, sehingga anda tidak perlu kehilangan poin lagi dan kenikmatan bermain meningkat.

Sejauh ini saya sudah mengulas keunggulan dan fitur dari Moto G5s Plus, membuatnya seolah-olah perangkat yang sempurna tanpa kekurangan, namun faktanya tidak begitu. Kamera Moto G5S Plus tidak terlalu bagus, tapi, tidak juga jelek. Motorola mengikuti perkembangan trend dual kamera rear, namun hanya menggunakan kamera 13MP kedua untuk efek depth dan monokromatik, jika menginginkan beberapa perubahan seperti merubah fokus atau menghilangkan background, pengguna bisa menggunakan Moto Depth Editor. Namun pada prinsipnya, hasil jepretan yang tidak bagus, akan menyusahkan pada saat mengedit, itu yang terjadi pada Moto G5S Plus. Sulit untuk membuat foto yang “standout,” kecuali anda adalah seorang retoucher.

Motorola mengklaim bahwa kamera mereka “meletakan kekuatan kamera SLR profesional ditelapak tangan anda,” jika menyandingkan Moto G5S Plus dengan smartphone flagship dirasa kurang tepat, apalagi membandingkan kamera ponsel dengan kamera SLR, tidak jelas apa yang dimaksud dengan “kekuatan” pada pernyataan tersebut. Apakah yang dimaksud kekuatan itu profesional mode, dimana pengguna bisa mengatur sendiri ASA, Aperture dan Shutter Speed namun sejujurnya itu bukan benar-benar kekuatan dari kamera profesional karena saat ini banyak kamera pocket amatir yang juga bisa menggunakan mode manual.

Salah satu kekuatan penting pada kamera SLR profesional yang sebenarnya adalah sensor gambar, semakin besar sensor maka semakin baik detail gambar dengan dynamic range yang lebih luas, gambar yang diambil pada pencahayan remang masih cukup bagus serta masih mempertahankan ketajaman gambar  pada objek bergerak. Hingga saat ini sebagian besar kamera smartphone smemiliki sensor yang kecil.

Jika menggunakan mode standar, foto yang diambil oleh Moto G5S Plus pada cahaya remang tidak memuaskan, untuk mendapatkan gambar yang lebih baik harus menggunakan mode profesional, pastinya tidak semua orang mau dan mampu menggunakannya. Kamera front-facing cukup mengobati kekecewaan pada kamera Moto G5S, dengan wide-angle lens yang tentu saja menciptakan distorsi. Meskipun distorsi lensa merupakan efek yang acapkali dihindari oleh fotografer profesional karena dapat mengakibatkan bidang-bidang yang lurus menjadi melengkung, untuk kasus selfie mungkin lain ceritanya. efek dari distorsi lensa wide dapat membuat anda terlihat gepeng, atau kurus, dan ini bukan hal yang buruk untuk beberapa kasus seperti obesitas bukan?

Oh, satu hal lagi, Moto G5S Plus masih menggunakan jack untuk headphone, suatu keputusan yang “humble,” karena banyak pengguna yang masih belum mau mengikhlaskan headphone jack-nya pensiun terlalu cepat.

Bagaimanapun Moto G5S Plus merupakan penerus dari Moto G5 Plus dan mewarisi beberapa kemiripan seperti baterai 3000 mAH dengan fast charging, RAM 4GB dan penyimpanan sebesar 64GB. Saat ini kedua budget-phone tersebut memiliki sistem operasi Android terbaru yaitu Oreo. Dengan desain yang luxurious, display yang lebih besar dan menarik, Moto G5S Plus jelas mengungguli pendahulunya namun harganya memang sedikit berbeda, tetap dapat anda dapatkan dengan harga kisaran Rp 3 juta rupiah.

Motorola Moto G5S mungkin bukan perhiasan bertahta berlian mahal yang membuat orang terpukau saat anda mengenakannya, namun jika anda dapat memiliki perhiasan berhias rubi atau safir yang tak kalah indahnya dengan harga yang jauh berbeda, saya rasa anda tentu sulit menolaknya, ingat bahwa smartphone bukan lagi perangkat, ia adalah alter-ego, alat komunikasi yang mengomunikasikan bahasa non-verbal. Moto G5s Plus merupakan alter-ego alam bawah sadar anda yang menyatakan bahwa anda tangguh dan layak untuk dipertimbangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *