Sosial

Olaudah Equiano Tokoh Penting Pergerakan Anti Perbudakan

Olaudah Equiano (1745 – 1797) adalah penulis asal Afrika yang hidup pada Abad ke-18 dan tokoh anti perbudakan.  Sedari kecil, Olaudah Equiano merasakan langsung kejamnya sistem perbudakan. Namun setelah mendapat kebebasan, ia memperoleh kewarganegaraan Inggris dan menulis pengalamannya. Autobiografinya ‘The Interesting Narrative of the life of Olaudah Equiano’ memainkan peranan penting dalam menggiring opini publik Inggris melawan perbudakan. Penekanannya terhadap kekejaman perbudakan adalah faktor yang menyebabkan pemberlakuan Slave Trade Act pada 1807.

Olaudah Equiano menuliskan dalam bukunya bahwa ia adalah anggota dari suku Igbo dan lahir di Nigeria pada tahun 1745. Usia 11 ia beserta kakaknya diculik oleh pedagang budak setempat, dan dijual kepada pedagang budak dari Eropa lalu digiring menuju kapal budak untuk selanjutnya menyeberangi atlantik menuju barbados dan ditempatkan di daerah koloni-Inggris, Virginia. Sebagai seorang budak is mendapatkan banyak nama, salah satunya adalah Gustavus Vassa.

Equiano selanjutnya menuliskan mengenai penganiayaan budak di perkebunan Virginia. Gambarannya yang jelas mengenai berbagai macam penyiksaan dan penghinaan yang harus ditanggung oleh para budak merupakan autobiografi budak pertama yang dipublikasikan. Berbicara mengenai para pengawas di Virginia.

Equiano menuliskan ia sangat terguncang dengan pengalamannya sehingga pernah mencoba mencuci wajahnya dengan harapan dapat merubah warna kulitnya agar dapat lolos dari perbudakan.

Equiano lalu dibeli oleh Michael Pascal seorang pelaut dari angkatan laut kerajaan. karenanya Equiano diajarkan ilmu pelayaran dan harus mengikuti majikannya ke kancah peperangan selama 7 tahun melawan Perancis. Tugas Equiano adalah membawakan bubuk mesiu.

Setelah perang usai, majikannya sangat terkesan dengan Equiano dan mengirimkannya ke Inggris dimana ia memperoleh pendidikan dasar. pada masa ini, tahun 1759, ia memeluk agama kristen. Keyakinannya ini terus meningkat sepanjang hidupnya. Sayangnya, ia masih belum mendapat kebebasan yang sebelumnya pernah dijanjikan oleh Pascal, malahan dijual kepada Kapten James Doran dan seterusnya dijual kembali kepada seorang pedagang asal Philadelphia bernama Robert King.

Saat mengikuti James Doran, ia diajari ilmu perdagangan. Menginjak usia 20, Doran membantu Equiano untuk memperoleh kebebasannya.

Mulanya ia menetap di Amerika untuk membantu Doran sebagai rekan bisnis. Namun tidak lama berselang setelah ia membayar untuk kebebasannya, para pedagang budak berusaha menculiknya untuk membawanya kembali dalam dunia kelam perbudakan, ia berhasil lolos dengan memperlihatkan dan membuktikan pendidikannya. Perlahan iapun menyadari bahwa seorang budak yang telah bebas hanya sedikit lebih baik dibandingkan budak karena perlakuan terhadap kulit hitam sangat buruk. Merasa tidak aman, ia kembali ke Inggris.

Setibanya di Inggris, Equiano berteman dengan dengan orang-orang yang mendukung pemusnahan perdagangan budak, kebanyakan dari orang-orang tersebut adalah Quaker-pergerakan kristen yang didirikan oleh George Fox. Akhir abad ke-18 pergerakan anti perbudakan telah menyebar luas dan Equiano memberikan kesaksian langsung mengenai kejamnya sistem perbudakan. Kesaksian dan informasi yang diberikan oleh Equiano sangat berguna bagi siapapun yang ingin menyusun undang-undang perbudakan. Teman-temannya menganjurkan kepada Equiano untuk membukukan pengalamannya. Publikasi pertama pada 1789 buku yang ditulis Equiano terjual baik dan dicetak dalam berbagai edisi. Banyak orang yang membaca penderitaan para budak cenderung mendukung anti perbudakan.

Buku tersebut membuat Equiano menjadi tokoh terkemuka di lingkungan sastra. Pada tahun 1788, Equiano memberikan petisi pribadinya kepada raja untuk mengakhiri sistem perbudakan.

Keuntungan dari penjualan buku meningkatkan kemampuan finansial Equiano sehingga ia mandiri dan memiliki banyak waktu untuk melancarkan kampanye anti perbudakan, ia juga diangkat sebagai pemimpin komunitas kulit hitam di Inggris yang kebanyakan beranggotakan bekas budak yang berjuang melewan kemiskinan.

Pada tahun 1792, Equiano menikahi Susan Cullen, wanita lokal asal Soham, Cambridgeshire. Mereka memilki dua orang anak perempuan. Olaudah Equiano sang pejuang kebebasan bagi kulit hitam meninggal dunia di London pada tahun 1797, sepuluh tahun setelah kematiannya perdagangan budak di Inggris akhirnya dihapuskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *