Formal Terapan

Apple Mengecewakan Industri Iklan

Kelompok Industri iklan melayangkan teguran kepada Apple, pasalnya Apple bakal menyertakan fitur yang membatasi pemanfaatan data pengguna kedalam browser Safari. Langkah Apple ini membuat enam asosiasi iklan besar memberikan argumen melawan kebijakan dan mengklaim apa yang tengah dilakukan Apple saat ini akan membuat pendapatan iklan online semakin buruk juga merampas penghasilan perusahaan media.

Browser Safari 11, yang diharapkan akan rilis pada 19 September nanti menyertakan fitur anti lacak yang cerdas. Fitur ini akan mengidentifikasi perangkat yang melacak pengguna, seperti cookies, dan hanya memperbolehkan perusahaan iklan memata-matai pengguna selama 24 jam.

Langkah Apple ini sekurangnya menanggapi pertanyaan khalayak seperti, apa saja data yang diberikan? dan untuk apa data tersebut dipergunakan?

Menurut anti-ad blocking ad software company PageFair, diperkirakan pada Desember 2016 sekitar 600 jutaan perangkat diseluruh dunia menggunakan pemblokir iklan dan sejenisnya. Mayoritas pengguna yang disurvei oleh PageFair menyatakan akan meninggalkan website yang dituju jika diminta untuk mematikan pemblokir iklan.

Meskipun langkah Apple merupakan usaha untuk melindungi rahasia para pengguna, namun usaha ini juga menggagalkan pemasang iklan untuk mendapatkan target yang spesifik juga mengetahui seberapa besar pengaruh iklan.

Pada Oktober 2015 silam, Apple sempat membuat keputusan yang sedikit berpihak kepada industri iklan dengan menendang beberapa aplikasi dari App Store yang memasang “Root Certificates,” yaitu sertifikat yang memberikan ukuran keamanan pengguna, sertifikat ini acapkali digunakan oleh pemblokir iklan untuk memata-matai pengguna. Namun semenjak IOS 9 Apple juga menyertakan pada Safari sebuah software yang memblokir iklan dan pop-up.

Industri iklan marah kepada Apple karena yang membayar konten online adalah pemasang iklan. Memblokir iklan akan merugikan perusahaan media, karena perusahaan tersebut tidak mendapatkan penghasilan yang digunakan untuk membayar artikel maupun layanan lainnya. Pemblokiran iklan dilaporkan dapat membebani media online lebih dari 27 milyar dollar pada 2020 nanti menurut Juniper Research.

Ada juga kekhawatiran Apple akan memberlakukan standar sendiri mengenai data apa yang dapat diberikan kepada pihak ketiga ketimbang membiarkan mereka memilih semaunya.

Sebagai tambahan, para pemasang iklan berargumen bahwa, akses kepada data pengguna membuat para pemasang iklan memberikan iklan yang sesuai dengan minat pengguna, iklan akan muncul berdasarkan apa yang pernah mereka lakukan pada saat online, jika Safari 11 membatasi data pengguna, maka iklan yang muncul akan kurang relevan dengan minat pengguna.

“Pendekatan sepihak dan berat tangan Apple buruk bagi kebutuhan pengguna juga buruk untuk layanan dan konten kesukaan pengguna  yang didukung oleh iklan,” tulis kelompok industri iklan dalam surat yang dikirimkan kepada Apple.

Apple bukanlah satu-satunya perusahaan yang khawatir dengan penggunaan data oleh pihak ketiga, Google juga sudah mengumumkan rencana untuk menyertakan software pemblokir iklan pada browsernya. Bedanya, Google akan bekerjasama dengan pemilik media dan memberitahukan pengguna browser untuk mematikan pemblokir iklan atau membayar biaya untuk akses situs. Sembilan puluh persen keuntungan akan didapat oleh pemilik situs.

Semua perusahaan media yang bekerjasama dengan Google akan memiliki standar yang membatasi penggunaan iklan yang mengganggu seperti pop-up, atau iklan yang memenuhi halaman, juga iklan yang secara otomatis memainkan video ataupun audio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *