laptop murah
Formal Terapan

Laptop Bagus Harga 5 Jutaan Tapi Tidak Murahan

Salah seorang teman dikantor menceritakan kepada saya betapa senangnya dia melihat perkembangan anaknya yang saat ini berusia 9 tahun. Dengan senyum lebar dan nada bicara yang tenang ia mengisahkan bagaimana sang anak sering mengutak-atik laptop milik tantenya untuk mempelajari sistem operasi Windows, teman saya ini melihat sang anak memiliki kecerdasan melebihi teman-teman sebayanya dalam hal teknologi informasi, dan ia sangat ingin mendorong anaknya agar sedini mungkin bisa lebih serius mendalami komputer, itulah kenapa dia meminta saran kepada saya sebelum membelikan laptop untuk anaknya.

Sebagai orangtua, tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi sebagai seorang karyawan biasa dan single parent tentu banyak hal yang harus dikalkulasi sebelum membelanjakan uangnya. Setelah memperhitungkan dengan matang,  ia menetapkan budget yang bisa ia gunakan untuk membeli laptop tidak lebih dari 5 juta rupiah.

Saya rasa ini bukan permasalahan yang dihadapi oleh teman saya ini saja karena laptop sudah menjadi kebutuhan banyak orang saat ini, melihat kebutuhan ini banyak website yang menyajikan review laptop. Kemudahan mendapatkan informasi di Internet ini memang menguntungkan, akan tetapi tak jarang juga menimbulkan decision paralisis (over thinking) hingga impulse buying (pembelian yang sia-sia), karena itu banyak orang, seperti teman saya ini lebih suka berdiskusi langsung.

Kepada teman saya ini, hal pertama yang saya anjurkan adalah membeli barang yang tepat disaat yang tepat pula. yang saya maksud saat yang tepat ini barangkali sudah jelas, usahakan berbelanja di saat ia memiliki kesiapan finansial dan saat harga dollar sedang turun.

Membeli barang yang tepat adalah memahami kebutuhan. Anda tidak memerlukan OMEN laptop 7th generation Intel Core i7 dengan RAM 32 GB jika kebutuhan anda hanyalah word processing dan spreadsheet seperti MS. Office, namun jika memang anda mau dan anda mampu silahkan saja, sekedar informasi, salah seorang teman yang berprofesi sebagai motion-graphic desainer sudah bisa menjalankan Adobe After Effect CC dengan Intel 6th generation Core i7-5500U dan RAM 16 GB.

hp omen gaming laptop
Hp Omen 17                                                                                                                                            Credit: Hp

Jadi, belilah laptop sesuai dengan kebutuhan, Mengingat anak teman saya usianya masih 9 tahun, tentu sudah bisa ditebak kebutuhan dan keinginannya. Selain menjadikan laptop sebagai media untuk belajar, diwaktu yang lain pastilah ia juga ingin mengisi waktu luang dengan memainkan game yang saat ini sedang digandrungi oleh teman-teman sebayanya.

Oleh karena itu saya menganjurkan kepada teman saya, untuk membeli laptop yang minimal memiliki prosesor Intel dengan codename mikroarsitektur Broadwell (5th generation), Skylake (6th generation) ataupun Kaby Lake (7th generation). Mengingat maksimal budget hanya 5 juta, tertutup sudah kemungkinan untuk memiliki Intel i7 Broadwell (5th generation) keatas, tersisa dua kandidat, yaitu i3 dan i5.

Kenapa Intel dan bukan AMD? ini adalah bahasan yang panjang dan membutuhkan waktu untuk membandingkan kedua prosesor tersebut. saya pribadi memilih Intel karena memang dari dulu selalu menggunakan prosesor Intel dan jarang sekali menemui permasalahan.

Dari dua kandidat yang sudah kita tentukan yaitu i3 dan i5, kita akan membuat sedikit perbandingan meskipun agak rumit membandingkan perbedaan antara i3 dan i5 dari generasi yang sama, apalagi kalau selisih harga hanya sedikit saat sudah ditempelkan pada sistem yang komplit, namun untuk gampangnya mungkin saya katakan bahwa:

“Core i5 dibuat untuk pengguna yang peduli dengan performa, dan Core i3 dibuat untuk pengguna yang hanya menginginkan ada prosesor Intel dilaptopnya”

Intel Core i3 memang lebih murah dibandingkan Core i5 karena prosesor core i5 lebih memiliki kapabilitas daripada Core i3. Jika pekerjaan anda membutuhkan laptop multitasking, menggemari multimedia dan mengagungkan kecepatan proses maka Core i5 cocok untuk anda. Core i3 diperuntukan kepada pengguna yang sudah bosan dengan laptopnya yang lamban, tapi tidak mau keluar uang terlalu banyak. Core i3 juga lebih murah dibanding prosesor Core M yang berfokus pada daya tahan baterai.

Beberapa prosesor Core i5 adalah dual-core dan anda juga akan menemui quad-core. Untuk pekerjaan multimedia seperti mengedit foto atau transcoding, kebanyakan prosesor quad-core akan bekerja lebih baik dibanding dual-core. Semua prosesor Core i3 adalah dual-core.

Prosesor Core i5 memiliki cache (memori on-board) yang lebih besar untuk membantu prosesor  melakukan pengulangan tugas lebih cepat. Jika anda sedang mengedit dan melakukan kalkulasi pada spreadsheet, prosesor tidak perlu memuat ulang angka setiap saat, informasi akan diletakan dalam cache jadi saat anda merubah angka kalkulasi akan berlangsung seketika. Cache yang lebih besar akan membantu multitasking, karena beberapa proses dapat berjalan dalam waktu yang bersamaan. Prosesor i5 memiliki cache L3 diatas 6MB sementara i3 memiliki 3-4 MB.

Jadi mana yang lebih baik? i3 atau i5? secara spesifikasi i5 lebih baik, tapi bukan berarti semua laptop yang terpasang i5 memiliki performa lebih baik daripada i3. Sebagai contoh prosesor Core i5 generasi ke-3 jika dibandingkan dengan i3 generasi ke-6, kedua prosesor tersebut memiliki core, frekuensi, cache yang nyaris sepadan.

Jika anda tidak terlalu mengikuti perkembangan komputer mungkin masih bingung dengan generasi-prosesor, model number i7, i5 dan i3 dan apa itu codename?

Saat ini Intel telah memperoduksi 8 generasi dari prosesor i7 dan i5, sedangkan i3 hanya sampai generasi ke-7. Setiap generasi memiliki codename arsitektur dan codename untuk prosesor, umpamanya, Intel Core i7 generasi ke-5 memiliki codename mikroarsitektur Broadwell sedangkan untuk codename prosesornya adalah Broadwell-H.

Model number untuk membedakan fitur prosesor, disetiap akhir model number terdapat huruf, mulai dari satu hingga beberapa huruf yang umumnya memiliki arti seperti berikut:

U: Ultra low power, kebanyakan dijumpai pada ultrabook dan laptop serupa dimana daya tahan baterai lebih baik daripada kinerja laptop. TDP (Thermal Design Power) berkisar 15 W namun mengorbankan kecepatan.

Contoh: Core i7-5557U

HQ: Didesain untuk kinerja grafis yang tinggi, quad core. Banyak dijumpai pada laptop untuk gaming. TDP berkisar 45 W dan kinerjanya lebih baik.

Contoh: Core i7-5950HQ

HK: Kinerja grafis tinggi, unlocked. Sama seperti HQ akan tetapi bisa di overclocked seperti prosesor desktop, meskipun bisa overclocked, karena keterbatasan pendingin pada laptop, hal tersebut tidak dianjurkan.

Contoh:  Core i7-7820HK

Model number Core i7 adalah produk high-end dari Intel. Jika dibandingkan, i7 dan i5 dari generasi yang sama, umpamanya Broadwell; i7 memiliki memiliki 4 core dengan turbo, sedangkan i5 hanya memiliki 2 core dan tanpa turbo. Untuk saat ini generasi ke-5 dari i5 pun harganya masih lumayan mahal, laptop yang menggunakan prosesor i5 broadwell harganya masih diatas 5 juta, karenanya hanya tersisa satu pilihan yaitu prosesor Core i3, jika memang tahun ini anda harus membeli laptop dengan budget maksimal 5 juta, dan kebutuhan anda tidak terlalu membutuhkan kinerja grafis yang tinggi, saya sarankan untuk mendapatkan model number Core i3 generasi ke-6 Skylake, sebisa mungkin dapakan i3 generasi ke-7 tapi mungkin itu hanya bisa anda dapatkan dengan membeli laptop 2nd.

Menemukan laptop dengan Skylake Core i3 tidak terlalu sulit, namun tidak semua seller memberikan harga dibawah 5 juta, anda harus meluangkan waktu untuk browsing dan kemungkinan besar anda tidak akan menemukannya di halaman pertama search engine, namun jangan khawatir karena saya sudah melakukan tugas pencarian yang membosankan itu untuk anda, Inilah hasil pencarian saya untuk beberapa laptop yang saya anggap bagus dengan harga  5 juta ke bawah:

  • Acer Aspire E5-475 Series
  • Asus X441UA-WX096D
  • Dell Inspiron 14 3467
  • HP 14-AM503TU
  • Lenovo Business Notebook V310-4TIN.

Rata-rata laptop tersebut hanya memilik RAM DDR3 4GB dengan kisaran clock 400-1066 MHz dan transfer rate 0.80-2.13 GT/s (Gigatransfer per detik), HDD 500GB – 1 TB, DVD-RW, VGA Intel atau Intel HD Graphics, LCD 13-14 inci, masih menggunakan wifi 802.11ac yang masih banyak digunakan oleh laptop keluaran tahun 2013 keatas. Laptop dengan spesifikasi ini sudah cukup untuk mengerjakan tugas-tugas harian anda seperti mengerjakan laporan, browsing ataupun memainkan game-game yang ringan.

Saat browsing diantara sekian banyak laptop dengan harga 5 juta kebawah, ada satu laptop yang menarik perhatian saya, yaitu Acer Aspire E 15 E5-575-33BM. Laptop ini dijual dengan harga $349.99 atau sekitar Rp. 4.700.000, merupakan salah satu laptop dengan penjualan terbaik di Amazon, anda juga bisa melihatnya di toko online Indonesia seperti Lazada, meskipun dengan spesifikasi yang sedikit berbeda.

E 15 E5 575 33BM
Acer Aspire E5 575 33BM                                                                                                                        Credit: Acer

Prosesor laptop Acer Aspire E5 575 33BM adalah Core i3-7100 generasi ke-7, pertama kali dirilis pada Januari 2017, memiliki clockspeed 3.9 Ghz  merupakan model number core i3 terbaik yang bisa anda temui dipasaran saat ini. RAM 4GB DDR 4 memiliki transfer rate 2.13-4.26 GT/s, lebih cepat dan tersedia beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh DDR3 pendahulunya. HDD 1 TB 5.400 rpm adalah penyimpanan paling besar yang bisa anda dapatkan pada laptop dengan harga 5 juta kebawah, namun jika ingin performa lebih baik lagi pertimbangkan untuk menggantinya dengan SSD dikemudian hari untuk menghindari bottleneck pada sistem.

Memiliki screen 15.6 inci glare-free dengan resolusi 1920×1080 (full HD), sedikit kekurangan pada viewing angle namun itu bukan permasalahan yang besar, dalam beberapa hari pengguna akan dapat beradaptasi. Berat E5 575 33BM adalah 2.39 kg, merupakan laptop paling berat dibanding laptop lain dengan ukuran yang sama, sebagai pembanding Lenovo Z 51 memiliki berat 2.3kg sedangkan Dell Inspiron 15 5000 adalah 2kg. Bagaimanapun 2.39kg bukanlah beban yang terlalu berat sekalipun bagi anak usia 9 tahun.

Acer Aspire E5 575 33BM menggunakan Intel HD 620, tidak ada grafis dedicated sehingga mengorbankan kinerja grafis yang sangat terlihat pada saat bermain game. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya meskipun mampu, namun i3 bukalah prosesor yang didesain untuk multimedia, tapi tentu saja laptop ini masih mampu untuk memainkan game seperti Minecraft dengan sangat lancar.

jika anda menginginkan laptop bagus dengan harga 5 juta kebawah, salah satu lapto yang saya rekomendasikan adalah Acer Aspire E5 575 33BM, ini juga yang saya anjurkan kepada teman saya karena laptop ini sudah lebih dari cukup untuk seorang anak 9 tahun, bahkan menurut saya E5 575 33BM sudah cukup untuk mahasiswa maupun profesional yang umumnya hanya berurusan dengan dokumen spreadsheet.