Sains

Ini Penjelasan Penyakit Skizofrenia yang dimiliki Oknum TNI Pemukul Polisi

Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan pemukulan polisi oleh oknum TNI, kepala penerangan Kodam Bukit Barisan Kolonel Edi Hartono pun angkat bicara terkait peristiwa ini, ia mengatakan bahwa pelaku pemukulan mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia-penyakit kejiwaan kronis dan akut yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku seseorang.

gejala skizofrenia biasanya mulai terlihat sejak usia 16 hingga 30 tahun, namun pada kasus tertentu (jarang terjadi) anak-anak juga dapat memperlihatkan gejala skzofrenia.

Gejala skizofrenia jatuh dalam tiga kategori: positif, negatif dan kognitif.

Gejala positif: Adalah perilaku psikotik yang umumnya tidak ditemui pada orang yang sehat, orang dengan gejala positif bisa “kehilangan hubungan” dengan beberapa aspek dari dunia nyata, termasuk:

  • Halusinasi
  • Delusi
  • Gangguan pemikiran (tidak biasa atau cara berfikir terganggu)
  • Gangguan pergerakan (pergerakan tubuh yang tidak tenang)

Gejala negatif: Adalah yang berhubungan dengan gangguan pada emosi normal dan perilaku, termasuk:

  • Datar (menurunnya ekspresi wajah atau suara dalam menyampaikan emosi)
  • Menurunnya rasa bahagia dalam kehidupan sehari-hari
  • Sulit memulai atau bertahan pada satu aktifitas
  • Jarang berbicara

Gejala kognitif: Mulai dari gejala tak terlihat hingga gejala akut yang memperlihatkan perubahan pada ingatan dan aspek berpikir lainnya, termasuk:

  • Melemahnya fungsi eksekutif (kemampuan untuk memahami informasi dan menggunakannya untuk mengambil keputusan)
  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah Ingatan (kemampuan untuk menggunakan informasi segera setelah mempelajarinya)

Ilmuwan meyakini bahwa ada dua hal yang mempengaruhi perkembangan skizofrenia, yaitu genetik atau keturunan dan lingkungan. Faktor lingkungan mencakup virus, malnutrisi sebelum kelahiran, permasalahan pada proses melahirkan dan psikososial.

Karena para ilmuwan masih belum sepakat mengenai penyebab skizofrenia, para penderita skizofrenia akan mendapatkan penanganan yang berfokus pada penyembuhan gejala, antara lain:

Antipsikotik

Biasanya pasien akan diberikan pil, cairan ataupun suntikan. Beberapa pasien akan mendapatkan efek samping dari penanganan ini, akan tetapi efek samping akan hilang dalam beberapa hari.

Penanganan psikososial

Penanganan akan membantu setelah pasien dan dokter menemukan pengobatan yang sesuai. Dokter yang mempelajari dan memiliki kemampuan untuk  memecahkan permasalahan sehari-hari pasien skizofrenia akan membantu pasien menemukan tujuan hidupnya. Kecil kemungkinan bagi pasien yang rajin berpartisipasi dalam penanganan psikososial akan menjalani rawat inap.

Penanganan Spesial Terkoordinasi

Menyatukan pengobatan, terapi psikososial, manajemen kasus, keterlibatan keluarga, dan didukung pendidikan, semua bertujuan meredam gejala dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Bagi keluarga atau kerabat pasien skizofrenia, menjaga atau memberikan dukungan bukanlah hal yang mudah. Harus diingat bahwa skizofrenia merupakan penyakit biologis. Beberapa hal berikut mungkin yang bisa anda lakukan untuk menolong saudara atau kerabat yang memiliki skizofrenia.

  • Berikan penanganan dan anjurkan untuk tetap menjalani pengobatan
  • Ingatlah bahwa keyakinan dan halusinasi teramat sangat nyata bagi mereka
  • Katakan pada mereka anda meyakini bahwa setiap orang memiliki hak untuk melihat banyak hal dengan cara mereka sendiri
  • Hargai, dukung, dan ramah tanpa bertoleransi terhadap perilaku yang tidak dapat diterima maupun berbahaya.
  • Carilah kelompok pendukung disekitar anda.

Catatan: keputusan mengenai apakah berpartisipasi dalam pengobatan klinis dan penanganan terbaik bagi pasien sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan profesional yang memiliki ijin praktek.