Lunar Eclipse
Sains

Selasa Dini Hari Puncak Gerhana Bulan Parsial di Indonesia

Sementara A.S tengah menanti gerhana matahari total yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21 Agustus ini, banyak negara di Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Antartika akan memiliki tontonan dilangit masing-masing, yaitu gerhana bulan parsial.

Gerhana bulan adalah kebalikan dari gerhana matahari, jika pada gerhana matahari posisi bulan berada diantara matahari dan bumi, sebaliknnya, pada gerhana bulan bumilah yang menutupi cahaya matahari ke bulan, sehingga bulan akan tertutupi bayangan bumi.

Bayangan bumi memiliki dua bagian: umbra yang merupakan porsi paling gelap dan penumbra, bagian luar yang sedikit lebih terang. Interaksi bayangan bumi dengan bulan dapat menghasilkan 3 tipe gerhana bulan, yaitu gerhana bulan parsial, total, dan penumbral.

Selama gerhana bulan parsial, hanya bagian dari bayangan umbra bumi yang menutupi bulan. Hal ini disebabkan posisi matahari, bumi dan bulan tidak sepenuhnya dalam posisi sejajar. Pada gerhana bulan total matahari, bulan dan bumi berada pada posisi yang benar-benar sejajar sehingga umbra bumi sepenuhnya menutupi bulan yang menjadikan bulan berwarna merah gelap atau coklat. Sedangkan pada gerhana penumbral, bulan terhalangi oleh bagian paling tipis dari bayangan bumi.

Adalah suatu peristiwa yang lumrah gerhana bulan berdekatan dengan gerhana matahari, begitu juga sebaliknya. Para ahli telah memverifikasi hal ini, menurut Jackie Faherty seorang astronomer:

“Ini adalah kelanjutan dari siklus,” ujarnya “Anda dapat menyaksikan gerhana bulan pada saat bulan penuh, dan gerhana matahari terjadi pada bulan yang baru.”

BMKG sendiri telah memverifikasi gerhana bulan parsial yang akan terjadi di Indonesia pada 7-8 Agustus 2017, puncak gerhana akan terjadi pada 01:20 WIB dan akan berlangsung selama hampir dua jam.

Update:

Video timelaps puncak gerhana bulan parsial 7 Agustus 2017 pukul 2:00