Sosial

Google Sepakat Untuk Membayar Pajak Perusahaan Teknologi Lain Siap-Siap

Alphabet, yang merupakan perusahaan induk dari Google Asia Pacific akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah Indonesia untuk pembayaran pajak dimasa mendatang, Menteri Komunikasi mengatakan kesepakatan ini akan membuka jalan untuk restrukturisasi besar tentang bagaimana perusahaan teknologi beroperasi di negara dengan ekonomi terbesar di Asia tenggara ini.

Google telah terdesak dalam perselisihan dengan pemerintah Indonesia yang menuding perusahaan teknologi tersebut belum membayar seluruh tagihan pajaknya. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kesepakatan pajak antara Google dengan pemerintah untuk tahun 2016 telah tercapai, namun beliau menolak untuk mengungkapkan nilai yang harus dibayarkan oleh Google.

Kesepakatan ini merupakan titik cerah bagi pemerintah Indonesia dalam usahanya menggiring perusahaan teknologi besar lain yang beroperasi di Indonesia untuk membayar pajak.

“solusi pajak dimasa mendatang, mereka sudah sepakat dengan pemerintah,” ujar Menkominfo Rudiantara, yang melakukan pengawasan terhadap perusahaan berbasis internet yang beroperasi di Indonesia. Menkominfo menolak berkomentar mengenai tagihan pajak Google terdahulu.

Pejabat pajak Indonesia telah menduga bahwa sebagian besar perolehan pendapatan Google di Indonesia dibukukan di kantor pusat Google untuk Asia Pasifik – Singapura dan perwakilannya di Indonesia, PT Google Indonesia, semata-mata hanya menyediakan layanan penjualan dan tidak menerima pendapatan.

Hal tersebut tidak akan terjadi di masa yang akan datang karena perjanjian baru mengatakan bahwa perwakilan Google di Indonesia akan menerima pendapatan yang nantinya akan membayar biaya untuk bisnisnya di negara ini, jelas seorang senior di pemerintahan yang tidak mau namanya disebutkan.

Seorang pejabat senior perpajakan pernah mengatakan pada bulan september lalu bahwa pemerintah berencana melakukan penagihan back-taxes Google untuk 5 tahun, yang mengakibatkan perusahaan tersebut membayar senilai lebih dari 400 juta dollar hanya untuk tahun 2015 jika pernah ada penghindaran pembayaran.

Pejabat perpajakan pernah memperkirakan bahwa total pendapatan Google dari industri periklanan Indonesia sekitar 830 juta dollar, namun Google menunjukan sebuah hasil riset-bersama sebuah perusahaan Singapura yang memperkirakan pasar periklanan digital Indonesia mencapai 300 juta dollar pada tahun 2015.

Saat ini Indonesia ingin meningkatkan pendapatan dari pajak guna mempersempit defisit anggaran dan mendanai program infrastruktur, tidak berbeda dengan pemerintahan lain diseluruh dunia yang juga berupaya menekan apa yang mereka anggap penghindaran pajak perusahaan.