Sains

Mana Bukti ilmiahnya Puasa Baik Untuk Kesehatan?

Sekurangnya, manfaat puasa yang pernah anda dengar adalah: membakar lemak; menata ulang DNA;  dan memperpanjang usia, akan tetapi apakah benar-benar ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat puasa? penelitian ilmiah baru-baru ini memberikan bukti yang mendukung, uji klinis mengungkapkan bahwa mengurangi makan 5 hari dalam sebulan dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan usia seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Kajian sebelumnya yang dilakukan terhadap hewan pengerat dan manusia menunjukan puasa berkala dapat menurunkan lemak tubuh, mengurangi level insulin dan beberapa manfaat lainnya. Ada banyak cara berpuasa, salah satu yang paling dikenal adalah program diet 5:2, yaitu menjadikan 2 hari dalam seminggu sebagai hari berpuasa atau membatasi konsumsi harian antara 500-600 kalori, dalam Islam dikenal dengan puasa Senin – Kamis.

Selain itu ada alternatif dari diet 5:2 yang disebut diet meniru-puasa, dirancang oleh ahli biokimia bernama Valter Longo dan koleganya dari University of Southern California di Los Angeles. Diet ini menganjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 700-1100 kalori perhari selama 5 hari berturut-turut dalam sebulan. Dua tahun lalu, tim yang dipimpin oleh Longo mengamati bahwa hewan pengerat yang melakukan diet meniru-puasa hidup lebih lama dan menunjukan beberapa efek positif lain seperti gula darah yang lebih rendah dan tumor yang lebih sedikit.

Baru-baru ini uji klinis terhadap manusia juga telah dilakukan, sebanyak 71 orang relawan melakukan diet meniru-puasa selama 3 bulan, hasilnya rata-rata relawan kehilangan bobot tubuh sebanyak 2.6 kg, pengurangan kalori juga memperlihatkan pengurangan tekanan darah, lemak tubuh dan ukuran pinggang.

Longo menegaskan bahwa diet ini menghambat penuaan, dan yang terpenting menurunkan resiko diabetes juga penyakit kardiovaskular, percobaan selanjutnya, tim tersebut berharap diet ini dapat menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan usia.

Selain dua diet 5:2 dan diet meniru-puasa, seorang investigator senior dari National Institute on Aging, bagian dari National Institute of Health A.S bernama Mark Mattson menegaskan bahwa puasa menurunkan tekanan yang oksidatif dan memelihara fungsi ingatan. Mattson telah menginvestigasi manfaat kesehatan dari puasa berjangka.

Ada beberapa teori mengapa puasa memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, ujar Mattson. “Salah satu yang banyak kita amati dan teliti adalah hipotesa yang mengatakan selama periode puasa sel mengalami tekanan ringan.” lanjutnya. “Dan sel merespon tekanan dengan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi tekanan, mungkin, dengan melawan penyakit.”

Mattson telah berkontribusi dalam beberapa peneletian lain pada puasa berjangka dan pembatasan kalori. Pada salah satu penelitian, seorang relawan dewasa dengan obesitas dan memiliki asma dianjurkan untuk menkonsumsi 20% kalori dari jumlah total kalori harian yang biasa ia konsumsi secara berkala, hasilnya relawan tersebut berhasil mengurangi 8% bobot tubuhnya, terlihat juga penurunan pembengkakan, peningkatan penyembuhan dari asma dan beberapa indikator lainnya.