Terapan

Masa Depan SMS Berada di Tangan Android Message

Aplikasi kuno SMS belum berakhir dan diperkirakan akan terus bertahan hingga terjadi kesepakatan antara para pemimpin teknologi.

Ada satu pertanyaan menarik, kenapa semua fabrikan telefon selular hingga saat ini selalu menyertakan SMS sebagai aplikasi bawaan? bukankah pengguna ponsel saat ini bisa menggunakan lebih dari satu aplikasi messenger pada smartphonenya masing-masing, sebut saja Whatsapp, Blackberry messenger, Line dan masih banyak aplikasi lain yang akan terus bertambah. Lantas kenapa aplikasi kuno dan umumnya hanya digunakan untuk mengirim teks seperti SMS masih mendapat ruang pada ponsel anda? ada beberapa jawaban untuk pertanyaan ini dan yang paling masuk akal adalah, SMS merupakan cara komunikasi universal yang paling praktis dan ekonomis.

SMS merupakan penyambung lidah antara smartphone dan ponsel sederhana
Hingga saat ini masih banyak beredar di pasaran ponsel sederhana yang hanya menyediakan layanan komunikasi yang minim, anda tidak akan menjumpai platform komunikasi  yang terbaru pada ponsel tersebut, umumnya hanya fitur untuk melakukan panggilan telefon serta beberapa aplikasi termasuk SMS. Harga ponsel seperti ini murah dan sangat banyak dijumpai di negara-negara berkembang, juga ditempat-tempat yang terpencil, para penggunanya telah terbiasa dengan komunikasi menggunakan SMS, terutama kelompok pengguna yang telah berusia lanjut, SMS masih merupakan cara paling populer dan ekonomis untuk berkomunikasi, bahkan untuk penyebaran informasi seperti pemasaran produk menggunakan sms gateway masih memegang peranan penting. Aplikasi SMS tidak memiliki permasalahan untuk berkomunikasi antar platform.

Negara dengan sensor internet membutuhkan SMS
Tidak perduli secanggih apapun smartphone anda, jika tidak memiliki koneksi internet atau paket data maka anda hanya bisa menggunakan versi offline dari semua aplikasi yang tersedia, aplikasi pengirim messenger anda tidak akan bisa mengirimkan pesan apapun. Inilah yang terjadi di negara-negara dengan sensor internet yang ketat (umumnya negara-negara komunis), tidak semua warga bisa mengakses internet, oleh karena itu SMS masih menjadi media komunikasi yang tersedia dan murah.

Usaha Google untuk memperbaharui SMS
Mengingat pentingnya aplikasi SMS sebagai standar untuk pengiriman pesan, beberapa tahun belakangan Google telah berusaha untuk menjalin kerjasama dengan fabrikan dan operator layanan komunikasi untuk memperbaharui standar pengiriman pesan yang disebut Rich Communications Services (RCS). RCS sendiri hanya akan berjalan pada platform Android dan Inilah alasan kenapa Google menggandeng fabrikan telefon seluler, sementara para operator layanan komunikasi secara perlahan mulai menyatakan dukungannya kepada RCS, mulai dari operator besar dunia seperti Sprint, Roger, Telenor hingga Deutsche Telekom, Globe, Orange bahkan Vodafone.

RCS bukan pendatang baru
sebenarnya RCS bukan pendatang baru, ide untuk memperbaharui SMS sudah ada semenjak tahun 2007, saat itu kelompok yang menamakan dirinya GSMA-kelompok dagang yang terdiri dari ratusan operator layanan komunikasi dari seluruh dunia, berusaha untuk meningkatkan fitur pada aplikasi SMS akan tetapi tidak menghilangkan kesederhanaan SMS, yang berarti tidak memerlukan pendaftaran dan nama pengguna, sangat gampang digunakan sebagaimana SMS. Namun pada kenyataannya GSMA menemui jalan buntu disebabkan oleh kekacauan politik dan campur aduk kepentingan.

Dean Bubley, Seorang analis industri menuliskan bahwa proyek RCS terinfeksi oleh birokrasi, kompleksitas dan menyimpang, ia juga menyebut RCS adalah zombie, mati akan tetapi masih berkeliaran. Namun google melihat RCS adalah sebuah peluang yang bisa digunakan untuk bersaing dengan Whatsapp, Facebook juga iMessage dari Apple. Ditambah dengan popularitas Android di negara berkembang, Google merasa RCS akan mampu menjadi aplikasi pesan standar yang universal.

Keseriusan google terbukti dengan membeli Jibe pada tahun 2015 lalu, Jibe merupakan perusahaan baru yang berfokus pada pengembangan standar pesan singkat, sangat tepat untuk menjalankan misi Google. Tim pengembang di Jibe berusaha menerapkan standar GSMA yang mereka sebut Universal Profile yang diperkuat oleh teknologi google dan ditanamkan pada aplikasi, usaha pendekatan pada operator layanan komunikasi pun perlahan dilancarkan, dan ternyata meyakinkan para operator merupakan tantangan yang lebih berat lagi.

Kelahiran Android Message
Pada aplikasi ini semua pengguna akan bisa menggunakan fitur baru beserta teman lamanya yaitu sms dan mms, oleh karena itu tidak akan disebut messenger, akan tetapi Android Message. Google berusaha keras agar fabrikan ponsel menjadikan Android Message sebagai aplikasi bawaan, juga baru-baru ini meletakan Android Message di Play Store.

Android Message
Aplikasi Android Message

Namun, meskipun Google adalah perusahaan besar, tidak berarti semua operator mau seketika mendukung Android Message,apalagi memang selama ini operator terkenal malas untuk menyokong inovasi, masih banyak operator yang belum mau bergabung. AT&T, T-mobile dan Sprint berbeda pandangan mengenai penerapan RCS, dan Verizon sama sekali tidak memberikan dukungan.

Sepertinya pesan universal pengganti SMS masih membutuhkan waktu untuk diterima, namun setidaknya Google sudah berada di jalan yang benar, bayangkan, lebih dari 8 triliun SMS terkirim setiap tahun, teknologi yang dianggap kuno namun masih memiliki usia yang panjang, setidaknya SMS akan tetap bertahan hingga Google, operator dan fabrikan sudah memiliki kesepakatan.