Tekno

Aplikasi Android Ini Berusaha Menghentikan Pengambilan Data Pribadi Anda

Aplikasi gratis akan tetapi hanya bisa digunakan pada ponsel Android yang telah di root.

Tidak yakin dengan kerahasiaan ponsel anda? sebuah aplikasi Android tengah menyerdehanakan pengaturan privacy di smartphone anda, dan menghentikan usaha pengumpulan data oleh pihak ketiga.

Aplikasi berbahasa Inggris ini bernama Privacy Assistant, berasal dari Universitas Carnegie Mellon, yang akhirnya dibuat setelah enam tahun riset dan mempelajari digital privacy.

“Jelas sekali persentase besar orang tidak bersedia memberikan data kepada aplikasi secara sembarangan” tegas Norman Sadeh, profesor di Universitas Carnegie Mellon. “Pengguna ingin lebih selektif dengan data mereka, jadi aplikasi ini akan membantu mereka melakukannya.”

Aplikasi Privacy Assistant didesain untuk secara otomatis memodifikasi pengaturan privacy pada ponsel anda, berdasarkan pendapat anda mengenai tipe tertentu dari pengumpulan data.

Sebagai contoh, pada saat aplikasi pertama kali digunakan, ia akan menanyakan tiga hingga lima pertanyaan untuk mengukur privacy pilihan anda. seperti bagaimana pendapat anda mengenai media sosial yang mengakses kamera anda? atau bagaimana aplikasi permainan yang menarik data lokasi anda?

Dari jawaban-jawaban anda aplikasi akan merekomendasikan sekumpulan pengaturan privacy khusus yang akan menjadi pertimbangan anda. Jika anda menyukainya maka pengaturan bisa langsung diterapkan pada ponsel anda, sebaliknya, jika anda keberatan, pengaturan privacy dapat diubah, sesuai kemauan anda.

Terdengar menarik, akan tetapi untuk menggunakan aplikasi ini ada persyaratannya, software hanya bisa digunakan pada ponsel Android 5.x dan 6.x yang telah di root.

Maksud dari ponsel yang di root disini adalah memperoleh akses root dari sistem operasi Android, membukanya untuk kustomisasi penuh. Akan tetapi tindakan tersebut memiliki konsekuensi, yaitu anda akan kehilangan garansi, dan ponsel bisa brick jika tidak berhati-hati.

Ilmuwan komputer di Carnegie Mellon sebelumnya telah melakukan riset, yang menunjukan bahwa pengguna seringkali khawatir saat mereka mengetahui aplikasi smartphone mereka selama ini mengumpulkan data pribadi mereka, seperti lokasi.

Bagaimanapun, pengguna akan dihadapkan pada hal yang rumit jika memodifikasi pengaturan privacy atau izin aplikasi mereka

“Pengguna Android tipikal memiliki antara 50 hingga 100 aplikasi dan aplikasi tersebut membutuhkan tiga izin,” jelas Sadeh. “jadi anda hitung saja, dan jumlah izin bisa membludak.”

Banyak aplikasi juga mengumpulkan data pribadi pengguna, meskipun sebenarnya data tersebut tidak dibutuhkan untuk menggunakan aplikasi. Privacy Assistant didesain untuk mencabut izin tersebut tanpa menyebabkan kerusakan apapun terhadap aplikasi yang dicabut izinnya.

Dengan bertambahnya software yang di unduh pengguna, Privacy Assistant akan terus bekerja, merekomendasikan izin aplikasi yang seharusnya diterima atau ditolak.

Dengan akses root, aplikasi Privacy Assistant bisa secara otomatis mengajukan pengaturan izin baru pada ponsel. Bagaimanapun, Sadeh memperkirakan hanya sekitar 25 persen dari semua smartphone Android didunia yang telah di root dan kebanyakan berada di Asia.

Sadeh tidak merekomendasikan kepada para pengguna untuk melakukan root pada ponsel mereka hanya karena ingin menggunakan aplikasi Privacy Assistant, Tapi ia yakin aplikasi ini akan menarik populasi yang besar dari pengguna saat ini yang peduli dengan privacy online mereka.

Aplikasi ini juga bagian dari usaha besar para peneliti untuk mempersingkat pengaturan privacy. Harapannya kedepan Google, Apple dan fabrikan perangkat akan menyadari manfaat yang di suguhkan oleh Privacy Assistant dan menggabungkan teknologi ini ke produk mereka.

Salah satu yang membiayai usaha privacy online Universitas Carnegie mellon adalah Google, ungkap Saleh.

“Pengguna menyukai hal semacam ini,” ia menambahkan. Fabrikan smartphone “Akan memiliki keuntungan atas kompetitor jika mereka memasang hal semacam ini pada smartphone yang mereka jual kepada konsumer.” ujarnya dengan optimis.